Cara Berkembang Biak Komodo, Hewan Reptil Khas Indonesia

komodo berkembang biak dengan cara

Cara Berkembang Biak Komodo - Komodo yang memiliki nama ilmiah Varanus Komodoensis merupakan binatang reptil endemik langka yang hanya ditemukan di Indonesia saja, tepatnya di Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur. Komodo kerap dipanggil sebagai kadal besar karena memang mempunyai anatomi tubuh layaknya kadal, oleh penduduk setempat komodo ini dijuluki dengan sebutan "Ora".

Makanan komodo ini biasanya berupa bangkai, mereka juga berburu mangsa seperti burung, babi, rusa, kambing, kuda, dan kerbau bahkan mereka juga memangsa komodo lain yang masih muda. Sebagai senjata atau pelindung dalam rangka mempertahankan diri dari serangan musuh, komodo memanfaatkan air liurnya yang mengandung racun.

Cara Berkembang Biak Komodo

Meski tubuhnya tergolong besar, namun sama seperti hewan reptil kebanyakan dimana komodo berkembang biak dengan cara bertelur (ovipar). Perkembangbiakan yang dilakukan komodo menggunakan cara seksual dimana posisi komodo jantan dan komodo betina saling melengkapi antara satu dengan yang lain.

  • Proses Perkawinan Komodo

Komodo akan memasuki masa perkawinan saat sudah menginjak usia kisaran antara 6 sampai dengan 10 tahun, hal ini juga bisa ditentukan pada ukuran tubuh komodo itu sendiri. Untuk masa perkawinannya sendiri tidak sepanjang tahun, tapi hanya berlangsung antara bulan Mei sampai dengan Agustus saja.

Sebelum proses perkawinan berlangsung untuk mendapatkan seekor komodo betina, komodo jantan akan berkelahi mengadu ketangkasan dengan komodo jantan lainnya. Jika diantaranya menang, komodo tersebutlah yang nantinya akan mengawini komodo betina.

  • Masa Bertelur Komodo

Setelah selesai masa perkawinan, komodo akan mulai mempersiapkan sarangnya sebagai tempat berlangsungnya proses bertelur. Komodo dengan sigap harus segera memastikan sarangnya aman dari gangguan predator kanibal. Pasalnya komodo tidak membutuhkan waktu yang lama untuk bertelur setelah proses perkawinan, yaitu hanya rentang waktu antara 1 sampai 4 bulanan saja komodo sudah bisa bertelur.

Komodo betina akan mulai mengeluarkan telurnya pada bulan September. Jumlah telur yang dihasilkan biasanya berkisar antara 15-30 butir telur. Telur-telur tersebut akan disembunyikan dalam sarang yang sudah disiapkan, berupa lubang sedalam kurang lebih 2 meter. Untuk mengelabuhi agar tidak dimakan predator lain, sang induk akan membuat 2 lubang palsu.

Untuk proses penetasan sendiri atau istilah biologinya inkubasi, biasanya membutuhkan waktu yang lebih lama yakni antara 8 sampai 9 bulan layaknya manusia. Betina akan mengerami dan melindungi telurnya sampai menetas sekitar bulan april atau akhir musim hujan, dimana pada waktu tersebut akan banyak serangga yang bisa menjadi makanan para anak komodo.

  • Pertumbuhan Komodo Sampai Dewasa

Proses pertumbuhan komodo tidak secepat kadal. Mereka membutuhkan waktu hingga 10 tahun lamanya untuk memastikan kematangan seksualnya. Ukuran tubuhnya sekitar 30 cm saat baru menetas. Meskipun bentuk tubuhnya dari mulai awal penetasan hingga dewasa tidak terdapat perubahan (metamorfosis), namun warna kulitnya mempunyai perbedaan yang sangat jelas.

Komodo muda biasanya memiliki warna cokelat kombinasi hijau dengan corak garis yang berguna untuk menyamarkan diri agar tidak menjadi sasaran predator kanibal sesamanya yakni komodo dewasa. Komodo muda akan bersembunyi di balik pepohonan sampai mereka bisa tumbuh dengan baik. Selama itu, maka komodo muda hanya bisa memakan serangga, burung atau pun telur. Seiring pertumbuhan yang semakin besar komodo akan berubah warna kulit menjadi abu-abu tua.


Demikianlah pembahasan mengenai proses dan cara berkembang biak komodo, semoga sedikit informasi ini bisa menambah pengetahuan dan wawasan anda semuanya. Dan nantikan informasi seputar binatang lainnya hanya di boleirosdaarquibancada.com sampai jumpa di artikel selanjutnya, see you.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel